Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta, Jhonny Simanjuntak, meminta Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mendengarkan saran dari partai politik terkait posisi wakil gubernur. Karena, menurut dia, bagaimanpun juga jabatan wakil gubernur merupakan jabatan politik.
"Dia harus rendah hati mendengarkan suara dari partai politik," kata Jhonny saat dihubungi, Senin, 3 November 2014. Jhonny mengimbau agar Ahok tidak bersikap sombong dalam menentukan pendamping kelak.
Pernyataan Jhonny terkait posisi Ahok yang bisa menentukan wakilnya. Ahok bisa memilih pendampingnya karena diatur dalam Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Namun, aturan itu bisa berlaku bila Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkannya.
Ahok pernah menyebutkan nama yang pantas menjadi wakil gubernur DKI, yakni Sarwo Handayani yang kini menjabat sebagai Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Meski Ahok mempunyai hak memilih wakilnya, Jhonny mengatakan PDIP, tetap mengajukan nama pendamping Ahok. "Secara etika politiknya begitu," ucapnya. Ihwal nama yang bakal diusung PDIP, ia mengaku belum mengetahuinya. Namun, aspirasi di bawah menginginkan Boy Bernadi Sadikin, Ketua PDIP Jakarta, yang menjadi wakil Ahok.
sumber : tempo.co
IKUTI BERITA KLIK
